Friday, November 03, 2006

Mancari botol kecil bekas untuk di jual di Stanplat mobil

3) Mancari botol kecil bekas untuk di jual di Stanplat mobil
· Aku membawa botol-kosong sesangkek besar penuh langsung ke pasar tanpa aku tahu apakah nanti ada orang yang mau beli atau tidak. Kalau tidak ada orang yang mau beli maka kerjaanku akan sia-sia. Kekhawatiran itu sudah aku rasakan di rumah. Tapi aku tidak ada jalan lain kalau mau menjualnya karena biasanya orang mau melihat barangnya dulu baru mau beli. Lalu aku memutuskan untuk membawa botol-botol kecil sesangkek penuh langsung ke pasar walau sebelumnya penuh dengan keraguan. Aku mengangkat botol setengah mati sampai di Stanplat mobil. Sampai di Sanplat aku keliling-keliling Stanplat mencari toko Oli dan berusaha menjual botol-botol bekas itu. Setiap melihat toko Oli aku merasa senang karena timbul harapan ada yang mau beli. Tapi kali itu aku merasa kecewa sekali sebab banyak toko Oli yang langsung menolak, mereka bilang tidak memerlukannya. Aku merasa sedih takut jerih payahku mencari botol yang telah memakan banyak waktu dan terutama mengankatnya setengah mati sampai ke Stanplat membuat aku tersiksa sekali sebab sesangkek penuh dengan botol sangat berat dan juga tidak enak dilihat orang menjadi peringkat terbawah dalam manyarakat. Mencari botol bekas, betol kecil yang tidak berharga lagi. Botol biasa bagiku termasuk barang mewah dan memang aku tidak pernah aku menemukannya karena orang hanya membuang barang yang tidak berharga yaitu botol-botol kecil yang tidak bisa digunakan lagi. Namun botol-botol kecil itu bisa digunakan untuk mengisi oli dalam jumlah kecil.
· Bertanya ke sana kemari tidak ada yang mau beli. Aku merasa takut dan putus asa. Takut karena telah mengankatnya berat sekali. Aku telah bekerja setengah mati untuk mengumpulkan botol-botol tersebut dan sekarang tidak ada yang mau beli lagi. Aku berusaha untuk bertanya pada semua toko oli yang ada di Stanplai. Sampai pada satu toko seorang Acim. Dia bertanya untuk apa botol kecil itu. Aku merasa heran seharusnya dia tahu karena bukankah mereka tukang jual oli. Bukankah dulu aku sudah pernah menjualnya di Stanplat dan mereka langsung tahu kegunaan botol-botol kecil itu dan langsung membelinya padaku dengan harga yang lumayan. Satu biji Rp 10,- Acim itu lantas bertanya pada pegawainya dan satu pegawainya menjelaskan untuk mengisi oli enceran tapi tampaknya Acim itu merasa ragu dan tidak ada rasa pasti untuk membeli botol-botol tersebut. Kemudian dia bilang kalau mau borong semua dengan harga yang dipastikannya. Biasanya aku menjual perbiji dan aku puas jadinya. Tapi dia tidak mau hitung perbiji, mau menghitung semua sekaligus dengan nilai yang sangat rendah. Aku tidak mau menjualnya karena botol yang sedemikian banyak mau dibayar dengan jumlah uang yang begitu sedikit Rp 150,- Aku merasa sedih lalu membawa pergi botol-botolku dan berharap suatu saat bisa dijual lagi dengan harga seperti dulu satu biji Rp 10,-. Mau kasih begitu saja pada Acim itu terlalu sayang karena aku merasa kerjaanku yang susah payah itu sia-sia. Akhirnya aku membawa kembali botol-botol kecil itu dengan tujuan ke arah rumah. Kalau aku membawanya pulang ke rumah terlalu jauh dan sangat berat. Aku menderita sekali dengan mengangkat barang yang begitu berat apalagi kantong platik yang tajam membuat tanganku sakit. Aku sangat ragu apakah akan kubawa pulang. Kalau aku bawa pulang nanti mau menjualnya harus membawa kembali lagi dan itu sangat berat. Yang sangat menyakiti perasaanku adalah bahwa aku telah mengangkat setengah mati sampai ke pasar namun sia-sia. Karena aku telah melihat situasi toko-toko oli yang menunjukan mereka tidak tertarik sama sekali untuk membeli botol-botol kecil itu maka aku bawa pulang ke rumah juga percuma karena tidak bisa dijual juga nantinya dan bawa sampai ke rumah berat sekali, aku telah sangat menderita karenanya dan mungkin aku juga tidak sanggup untuk menyeretnya sampai ke rumah lagi karena terlalu berat. Akhinya aku menyelipkan sekontong penuh boto-botol kecil itu di tempat yang tersembunyi, di balik pohon pisang supaya tidak dilihat orang dan kalau suatu saat aku memerlukannya maka aku bisa mengambilnya lagi. Tapi aku tidak pergi mengambilnya lagi karena mau jual ke mana lagi.
Erstelldatum 03/10/00 17:13

0 Comments:

Post a Comment

<< Home