Lau Cim mau membawa aku masuk ke bioskop
6) Lau Cim mau membawa aku masuk ke bioskop
Aku sering ada di depan bioskop Ria. Suatu hari aku melihat wajah yang aku kenal yaitu Lau Cim dan satunya lagi pasti Cek Kong. Lau Cim juga mengenal diriku dan dia bertanya:
"si Lien Ke e nka si bo?"
Aku menjawab "ya",
"Le ta siang lai?", tanyanya lagi.
Aku bilang sendiri.
Kemudian dia langsung mengajak aku masuk bioskop tapi aku segan dan merasa tidak pantas. Dari pengalaman-pengalamanku yang sudah aku jalani: mencari botol bekas yang tidak berharga, mencari aluminium, menjadi anak jalanan di depan bioskop, perlakuan-pelakuan brutal dan cemooh-cemooh yang sangat merendahkan diriku dari mama membuat aku merasa diriku sedemikian tidak berharga, sedemikian tidak pantas untuk mendapatkan kebaikan orang, apalagi Lau Chim dan Cek Kong yang bagiku sangat tinggi nilainya karena sangat mulia.
Dia menarik diriku tapi aku menolak ajakannya seperti sudah mendarah daging ajaran mama bahwa phai se menerima tawaran orang. Seperti yang aku lihat tawaran orang selalu ditolak oleh mama dengan keras karena phai se. Selain disebabkan oleh ajaran mama yang harus menolak tawaran orang baru dirasakan sebagai orang yang berbudaya, ajaran yang salah tentunya, juga aku merasa diriku kotor, sangat tidak bernilai, terlalu rendah, terlalu tidak bernilai, tidak pantas diriku mendapat tawaran yang sedemian mulia. Namun Lau Chim menarik aku dengan sekuat tenaga. Aku berusaha melepaskan tarikannya, namun dia menarik diriku terus dengan sekuat tenaga, akhirnya aku mengikuti dia masuk juga karena aku lihat dia benar-benar mau menarik aku masuk ke bioskop. Aku duduk di samping Lau Cim. Aku agak kecewa karena film itu sudah pernah aku nonton bersama Aheng.
Erstelldatum 03/10/00 11:48

0 Comments:
Post a Comment
<< Home