Friday, November 03, 2006

Penderitaan masa kecil

Penderitaan masa kecil:

1. Mau nonton film Superman

2. Jualan Cakue, pagi-pagi sudah harus bangun

3. Mancari botol kecil bekas untuk di jual di stanplat

4. Sebagai anak jalanan

5. Ingin sekali dapat membeli gula-gula karet yang bisa ditelan dan gula karet yang berhadiah

6. Lau Cim mau membawa aku masuk ke bioskop

7. Ingin sekali makan kerupuk udang yang gede tapi mahal tidak punya uang

8. Laki-laki berkumis, Lien Ek, Sehuat, dll makan ikan goreng dengan lahapnya

9. Sering sakit gigi

10. Batuk-batuk sampai paru-paru sakit sekali

11. Jari-jari bernanah

12. Air ludah mengalir terus

13. Korengan sampai membusuk

14. Didalam kamar sepi sendirian. Kasihan mama yang naik sepeda susah mencari uang.

15. Saat aku pulang sekolah melihat mama menangis dan bilang papa kena kanker. Aku menjadi lemas.

16. Mama sakit sampai berobat ke Singapur waktu itu aku ada di kelas5/6 SD. Mei Ing masih bayi. Mama sakit kemungkinan besar karena suasana rumah seperti neraka. Neraka yang dibuatnya sendiri.

17. SMP kelas 2 pindah ke DB I ketemu Mei Huang. Aku tidak berani menegur dia karena aku malu telah mengatakan pada dia bahwa nama Indnesiaku Johan Iskandar, padahal aku tidak punya nama Indonesia. Aku menderita sekali selama satu tahun.

18. Ketika aku berjualan ca kue nyonya di kampung manggis itu membeli 7 batang dan dia menawari 7 batang Rp 100,- yang seharusnya Rp 105,-. 7 batang aku cuma untuk Rp 15,-. Aku bilang aku jualan untuk membiayai sekolah mengharapkan rasa kasihan. Langsung dia membayar aku Rp 105,- tapi kelihatannya dia tidak mau membelin ca kue ku lagi. Aku merasalah bersalah dan memang di hari-hari mendatang dia tidak mau membeli cakueku lagi.

19. Aku menipu anak-anak huan na 1 batang (sebenarnya 1/2 batang) Rp 15,- : Aku merasa bersalah dan berdosa karena mereka juga bukan orang kaya

20. A'mm pada malam hari kasih mie sebungkus/2 bungkus. Aku sedang tidur ngantuk dan capek sekali. Mama menyuruh aku bangun, katanya A'mm kasih mie. Tapi aku sangat capek. Akhirnya aku tidur lagi. Keesokan harinya mama bercerita tentang mie yang dikasih A'mm. Aku merasa perih sekali karena aku sangat suka makan he ke.

Korengan sampai membusuk

14) Korengan sampai membusuk

Korengan sampai membusuk karena dikasih koyo obat yang salah

Air ludah mengalir terus

13) Air ludah mengalir terus

Air ludah mengalir terus. Diriku dibiarkan dan bahkan ditertawai seperti orang yang hamil

Jari jari bernanah

12) Jari jari bernanah

· Jari-jariku bernanah, aku menderita sekali jadinya karena sakit namu juga tidak membawa aku ke shin she atau ke dokter. Hanya kasih aku yoko yang sama sekali tidak cocok. Hanya pakai coba-coba saja papakah cocok dan yang menderita adalah diriku.

Batuk-batuk sampai paru-paru sakit sekali

11) Batuk-batuk sampai paru-paru sakit sekali

· Aku sering batuk dan pernah batuk sampai beberapa bulan. Paru-paruku sakit setengah mati. Mama dan papa tidak memikirkan aku untuk membawa aku ke dokter. Papa dan mama adalah Versager, orang yang gagal dan mengecewakan, alat yang tidak berfungsi.

Sering sakit gigi

10) Sering sakit gigi

· Dulu semasa kecil aku sering sakit gigi. Mendapat tempelan koyo (berwarna putih) di pipi terasa agak dingin tapi koyo tidak bisa menyembuhkan sakit gigi. Sakit gigi dilihat seperti sakit biasa dan akan sembuh sendirinya kalau dikasih tempel koyo, bukannya membawa aku ke dokter gigi untuk memperbaiki gigiku yang rusak dan kena infeksi. Gusiku sampai bengkak karena infeksi, sakit sekali dan aku menderita sekali, menangis karena terasa sakit sapanjang hari, tidak ada pikiran membawa aku ke dokter untuk menyembuhkan infeksi pada gusiku dan menjaga supaya gigiku jangan sampai lebih rusak lagi. Koyo hanya untuk penyejuk namun tidak bisa membunuh bakteri yang merusak gigiku. Aku menderita sekali dan gigiku banyak yang rusak akibat ketidak tahuan orang tua. Masakan sakit gigi bukannya membawa aku ke dokter gigi saat aku begitu memerlukannya namun cuma kasih koyo untuk menyejukan pipi. Begitu bodoh dan ahnungslos (tidak tahu).
Erstelldatum 03/11/00 09:08

Lau Cim mau membawa aku masuk ke bioskop

6) Lau Cim mau membawa aku masuk ke bioskop

Aku sering ada di depan bioskop Ria. Suatu hari aku melihat wajah yang aku kenal yaitu Lau Cim dan satunya lagi pasti Cek Kong. Lau Cim juga mengenal diriku dan dia bertanya:
"si Lien Ke e nka si bo?"
Aku menjawab "ya",
"Le ta siang lai?", tanyanya lagi.
Aku bilang sendiri.
Kemudian dia langsung mengajak aku masuk bioskop tapi aku segan dan merasa tidak pantas. Dari pengalaman-pengalamanku yang sudah aku jalani: mencari botol bekas yang tidak berharga, mencari aluminium, menjadi anak jalanan di depan bioskop, perlakuan-pelakuan brutal dan cemooh-cemooh yang sangat merendahkan diriku dari mama membuat aku merasa diriku sedemikian tidak berharga, sedemikian tidak pantas untuk mendapatkan kebaikan orang, apalagi Lau Chim dan Cek Kong yang bagiku sangat tinggi nilainya karena sangat mulia.
Dia menarik diriku tapi aku menolak ajakannya seperti sudah mendarah daging ajaran mama bahwa phai se menerima tawaran orang. Seperti yang aku lihat tawaran orang selalu ditolak oleh mama dengan keras karena phai se. Selain disebabkan oleh ajaran mama yang harus menolak tawaran orang baru dirasakan sebagai orang yang berbudaya, ajaran yang salah tentunya, juga aku merasa diriku kotor, sangat tidak bernilai, terlalu rendah, terlalu tidak bernilai, tidak pantas diriku mendapat tawaran yang sedemian mulia. Namun Lau Chim menarik aku dengan sekuat tenaga. Aku berusaha melepaskan tarikannya, namun dia menarik diriku terus dengan sekuat tenaga, akhirnya aku mengikuti dia masuk juga karena aku lihat dia benar-benar mau menarik aku masuk ke bioskop. Aku duduk di samping Lau Cim. Aku agak kecewa karena film itu sudah pernah aku nonton bersama Aheng.
Erstelldatum 03/10/00 11:48

Sebagai anak jalanan

4) Sebagai anak jalanan
· Aku dibilang Seng Kiong, katanya bisa ikut orang masuk nonton tanpa harus beli karcis dengan cara menggentol. Dia kemudian mengajak aku ke biokop Ria. Awalnya aku tidak berani. Seng Kiong menunjukan padaku taktiknya. Menunggu dulu sampai banyak orang yang mau masuk baru menggunakan kesempatan itu untuk menggentol orang dengan cara menyelinap masuk. Kalau tidak salah dia berhasil masuk dan aku tertinggal di luar karena tidak berani berbuat seperti yang dilakukannya.
· Sejak saat itu aku jadi sering nongkrong di depan bioskop. Gambar-gabar bioskop yang bagus membuat aku ingin sekali bisa nonton. Aku memberanikan diri untuk mencoba mengentol orang. Aku tanya-tanya Ahia atau Acek apakah aku boleh ikut. Hanya pernah seorang Acek yang mau mengajak aku masuk. "kasihan" katanya sama cewek-cewek penjaga pintu. Acek itu orangnya ramah dan baik sekali. Kebanyakan orang tidak mengacuhkan permintaanku. Mereka pergi begitu saja. Cewek-cewek penjaga pintu itu sampai mengenal diriku dan bagiku susah sekali untuk bisa masuk karena mereka telah mengenal diriku tukang mau gentol orang. Diriku tidak disukai. Bagi mereka aku ini seperti sampah.
Erstelldatum 03/08/00 19:11

Mancari botol kecil bekas untuk di jual di Stanplat mobil

3) Mancari botol kecil bekas untuk di jual di Stanplat mobil
· Aku membawa botol-kosong sesangkek besar penuh langsung ke pasar tanpa aku tahu apakah nanti ada orang yang mau beli atau tidak. Kalau tidak ada orang yang mau beli maka kerjaanku akan sia-sia. Kekhawatiran itu sudah aku rasakan di rumah. Tapi aku tidak ada jalan lain kalau mau menjualnya karena biasanya orang mau melihat barangnya dulu baru mau beli. Lalu aku memutuskan untuk membawa botol-botol kecil sesangkek penuh langsung ke pasar walau sebelumnya penuh dengan keraguan. Aku mengangkat botol setengah mati sampai di Stanplat mobil. Sampai di Sanplat aku keliling-keliling Stanplat mencari toko Oli dan berusaha menjual botol-botol bekas itu. Setiap melihat toko Oli aku merasa senang karena timbul harapan ada yang mau beli. Tapi kali itu aku merasa kecewa sekali sebab banyak toko Oli yang langsung menolak, mereka bilang tidak memerlukannya. Aku merasa sedih takut jerih payahku mencari botol yang telah memakan banyak waktu dan terutama mengankatnya setengah mati sampai ke Stanplat membuat aku tersiksa sekali sebab sesangkek penuh dengan botol sangat berat dan juga tidak enak dilihat orang menjadi peringkat terbawah dalam manyarakat. Mencari botol bekas, betol kecil yang tidak berharga lagi. Botol biasa bagiku termasuk barang mewah dan memang aku tidak pernah aku menemukannya karena orang hanya membuang barang yang tidak berharga yaitu botol-botol kecil yang tidak bisa digunakan lagi. Namun botol-botol kecil itu bisa digunakan untuk mengisi oli dalam jumlah kecil.
· Bertanya ke sana kemari tidak ada yang mau beli. Aku merasa takut dan putus asa. Takut karena telah mengankatnya berat sekali. Aku telah bekerja setengah mati untuk mengumpulkan botol-botol tersebut dan sekarang tidak ada yang mau beli lagi. Aku berusaha untuk bertanya pada semua toko oli yang ada di Stanplai. Sampai pada satu toko seorang Acim. Dia bertanya untuk apa botol kecil itu. Aku merasa heran seharusnya dia tahu karena bukankah mereka tukang jual oli. Bukankah dulu aku sudah pernah menjualnya di Stanplat dan mereka langsung tahu kegunaan botol-botol kecil itu dan langsung membelinya padaku dengan harga yang lumayan. Satu biji Rp 10,- Acim itu lantas bertanya pada pegawainya dan satu pegawainya menjelaskan untuk mengisi oli enceran tapi tampaknya Acim itu merasa ragu dan tidak ada rasa pasti untuk membeli botol-botol tersebut. Kemudian dia bilang kalau mau borong semua dengan harga yang dipastikannya. Biasanya aku menjual perbiji dan aku puas jadinya. Tapi dia tidak mau hitung perbiji, mau menghitung semua sekaligus dengan nilai yang sangat rendah. Aku tidak mau menjualnya karena botol yang sedemikian banyak mau dibayar dengan jumlah uang yang begitu sedikit Rp 150,- Aku merasa sedih lalu membawa pergi botol-botolku dan berharap suatu saat bisa dijual lagi dengan harga seperti dulu satu biji Rp 10,-. Mau kasih begitu saja pada Acim itu terlalu sayang karena aku merasa kerjaanku yang susah payah itu sia-sia. Akhirnya aku membawa kembali botol-botol kecil itu dengan tujuan ke arah rumah. Kalau aku membawanya pulang ke rumah terlalu jauh dan sangat berat. Aku menderita sekali dengan mengangkat barang yang begitu berat apalagi kantong platik yang tajam membuat tanganku sakit. Aku sangat ragu apakah akan kubawa pulang. Kalau aku bawa pulang nanti mau menjualnya harus membawa kembali lagi dan itu sangat berat. Yang sangat menyakiti perasaanku adalah bahwa aku telah mengangkat setengah mati sampai ke pasar namun sia-sia. Karena aku telah melihat situasi toko-toko oli yang menunjukan mereka tidak tertarik sama sekali untuk membeli botol-botol kecil itu maka aku bawa pulang ke rumah juga percuma karena tidak bisa dijual juga nantinya dan bawa sampai ke rumah berat sekali, aku telah sangat menderita karenanya dan mungkin aku juga tidak sanggup untuk menyeretnya sampai ke rumah lagi karena terlalu berat. Akhinya aku menyelipkan sekontong penuh boto-botol kecil itu di tempat yang tersembunyi, di balik pohon pisang supaya tidak dilihat orang dan kalau suatu saat aku memerlukannya maka aku bisa mengambilnya lagi. Tapi aku tidak pergi mengambilnya lagi karena mau jual ke mana lagi.
Erstelldatum 03/10/00 17:13

Jualan Cakue, pagi-pagi sudah harus bangun

2) Jualan Cakue, pagi-pagi sudah harus bangun
·

Film Superman

1) Film Superman

Ingin sekali menonton film Superman. Anak-anak lain gembira dengan film tersebut karena mereka dapat nonton. Masa kecil yang mereka alami lebih leluasa. Sedangkan aku tidak dapat nonton karena tidak punya uang dan tidak ada yang mengantar aku ke bioskop. Mama dan papa tidak punya perhatian terhadap diriku. Aku terus mendambakan dan merindukan suatu saat dapat nonton film kesayangan tersebut